Tuesday, May 1, 2012

(2 Mei 2012) Surat Beberapa Tahun yang Lalu #31harimenulis

Hai Hegemoni,

Bagaimana kabarmu di periode hidupmu yang sekarang? Apa mulai terpikirkan tawaranku untuk melanjutkan hidupmu yang akan datang? Atau kau masih terlalu naif dengan datang padaku sambil tersenyum dan berkata, “aku baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir.” Jujur, aku akui kesabaranmu melebihi Sisifus yang dihukum mengangkat batu raksasa ke atas gunung hanya untuk dijatuhkan lagi kebawah. Menurutku itu sangat ironis. Seperti hidup kita yang diangkat oleh nasib tetapi dijatuhkan juga oleh nasib.

Aku lupa, seperti apa hidupmu disana? Hidup memang tidak semudah yang kita bayangkan ya? Aku jadi ingat kata kata dari Albert Einstein “everything should be made as simple as possible.” Dan aku tidak bisa munafik dengan kebenaran pernyataan itu. Hidup sudah dibuat mudah. Sesusah apapun hidup tapi pasti diringkas dengan mudah oleh nasib. Agar hidup kita berwarna, agar hidup kita tidak hanya terdiri antara ada dan tidak ada, agar hidup kita terisi dengan sesuatu yang sering kita sebut dengan ketidakpastian, sesuatu yang sebenarnya absurd tetapi yang memberikan manusia pekerjaan, profesi, dan terlebih lagi, kehidupan. Ya, manusia memang hidup dari ketidakpastian, seperti ketidakpastian apakah ayam atau telur dulu yang muncul di bumi. Dan terakhir, kita tidak tahu untuk apa hidup.

Jangan khawatir, semua yang ada disini tidak pernah jauh dari kamu. Jarak hanyalah sebuah kenyataan. Tapi kita? Kita tidak peduli dengan kenyataan. Kita ada karena ke-tidak-ada-an kita. Karena itu, hiduplah sebebas yang kau mau dalam keterikatan ini. Empat porosmu ini akan selalu hilang dalam nyata tapi selalu muncul dalam fana.

Selamat menjadi naif, dirimu yang kubenci tetapi kukagumi.

(1 Mei 2012) Lika Liku Orang Pintar #31harimenulis

Lama sekali tidak menyentuh ini blog. Disamping sibuk kuliah (yang isinya cuma tidur mulu di kelas), sampai pacaran (walaupun udah putus sebulan lalu), dan yang penting futsal (terpujilah yang dulu buat futsal ini. hahaha...)
Oke, kali ini aku malas untuk menulis uneg-uneg ataupun tulisan menye-menye yang bisa buat orang yang ngebaca jadi galau. Walaupun si kecoak lasut ini emang lagi galau karena putus (yang sampai sekarang masih belum bisa move on) tapi tetep harus semangat. Kalau si kecoak tidak bisa move on, si galau yang harus move on. Hahaha...
Si kecoak lagi susah juga ini, IP yang mepet bikin aku harus kencangin ikat kepala dan menghadapi musuh lamaku, belajar, biar IP naik dan bisa pinter tentunya, banggain orang tua, dapat kerja yang layak, dapat duit banyak, dan dapat istri sekelas Dera Idol (untuk doa yang terakhir semoga keturutan. Amiin...)
Tapi ngomong-ngomong soal pintar, banyak orang tidak tahu pintar itu apa. Baiklah, aku akan coba mendefinisikan apa itu pintar, menurut otakku sendiri tentunya. Aku tidak akan ikut definisinya Bapak Wikipedia atau Mas Tony Blank dengan saparatozz-nya yang lho. Ini definisi berdasar pengalaman sendiri yang selalu sukses ngomongin ini itu yang berhasil buat otakku sakit.
Jadi pintar menurut aku adalah kalau kita punya teman orang bodoh. Kenapa? Karena eh karena, kita kelihatan pintar kalau teman-teman kita bodoh. Iya, kan? Hahahaha.. Ini definisi bukan sembarang definisi yang selalu sukses ngadalin teman satu rumah (like a boss banget dah. Hahaha...)
Tapi selidik punya selidik, punya otak pintar itu kebanyakan tidak memikirkan cewek. Aku jadi bingung, bagaimana orang pintar bisa hidup kalau mereka dekat dengan cewek saja jarang. Apa mereka mau jadi perjaka abadi? Menurut temanku sendiri, kumpulan-kumpulan orang pintar tu 50% anggotanya adalah homo, dan sisanya adalah pasangannya. Buset dah... Si kecoak cuma bisa berdoa saja, kalau sudah pintar tetap tidak lupa dengan orientasi seksualnya. Amiin....
Ya sudah, Cuma ini yang bisa ditulis si kecoak sekarang. Sudah waktunya kencan jam-jam sekarang ini. Mau tahu siapa kencannya? Namanya tugas kuliah. Jangan ngintip ya? Dia pemalu soalnya. Hahaha...

Saturday, October 29, 2011

UTS (Ujian Tanpa Semangat)

Beuh.. Gak kerasa besok sudah UTS. Padahal rasa-rasanya belum ada 3 bulan aku jadi mahasiswa, atau mungkin karena aku keseringan TA dan mbangke di kelas, pas bangun tiba-tiba udah 3 bulan kemudian. #ngaco_abiz.
Ya sudah.. Kita lihat saja gimana UTS-ku besok (gak penting banget dhim).. Doakan saya bisa. Bukan karena bisa ngerjain UTS, tapi bisa melek pas UTS. Amiin.. Semangat tidur, eh UTS!!!

Thursday, October 6, 2011

Asyiknya Naik Lift #DDP


Tidak semua pengalaman harus diambil dari bagaimana kita melangkah kedepannya, tapi bisa pula saat kita berjalan dan terus melangkah dan kita tiba-tiba berbalik, kita menemukan suatu pengalaman yang ternyata bisa membuat kita merasa senang dan sulit ini untuk melupakannya. Bersiaplah untuk menggeleng-gelengkan kepala, karena cerita ini baru saja kumulai.

Ya. Dimulai seperti biasa, aku melewati pintu lobi kampusku dengan langkah gontai. Hari yang biasa, suasana yang biasa, waktu yang biasa, tidak ada yang istimewa. Saat itu juga aku dipanggil temanku untuk mencoba naik lift. Maklum kami mahasiswa baru dan lift itu jarang dihidupkan, maka kami iseng-iseng mencobanya.

Kami mulai masuk ke lift seperti banteng dikejar singa, karena saking terburu-burunya. Lalu kami menekan tombol nomor 4, dan lift pun mulai merangkak naik. Kami yang di dalam lift hanya bisa tertawa terbahak-bahak karena keudikan kami sendiri. Ketika lift berhenti dan pintunya terbuka, berpasang-pasang mata dan mulut-mulut bengong diluar melihat sekawanan anak muda yang tertawa keras dari dalam lift. Sungguh memalukan sangat jika mengingat kejadian itu, tapi sudah kepalang tanggung, sudah malu juga, kami membiarkan orang-orang diluar melihat kami.

Seketika temanku langsung menutup lift dan mengarahkan liftnya ke basement untuk mengambil motor dan pulang. Di sepanjang turunnya lift, kami hanya bisa tertawa dan terus tertawa mengingat ketololan kami, dan sampai di basement pun kami masih tetap tertawa terbahak-bahak.

Baiklah, mungkin itu dulu pengalaman dariku. Lain kali akan kuceritakan pengalaman yang lain. Sekian dan terima kasih.

Saturday, July 17, 2010

Back to the blog



Hahahaii.. Lama juga aku gak aktif di blog. Selain alasan udah kelas 3 (yang masih males juga), ada alasan lain yaitu.. males. hahahaha.. Dan aku berterima kasih buat permen sunduk udah ngasih kabar dan ngirimi aku award. Walaupun gak begitu paham tapi okelah, aku pasang awardnya. sekali lagi makasih.. hihihii..

Saturday, March 13, 2010

Cerita cinta di SMA (Pacaran)


Pacaran.... Bukanlah menjadi suatu hal yang asing lagi bahwa sekarang banyak siswa khususnya siswa SMA yang telah berstatus "pacaran". Dengan alasan rasa cinta yang sangat besar, mereka rela membagi hidup mereka dengan orang yang mereka sayang.

Tidak salah memang kalau banyak siswa SMA yang berpacaran karena memang dalam berpacaran ada sisi positif bagi siswa itu sendiri. Apalagi pada tahap remaja ini mereka sangat ingin merasa diperhatikan. Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar "sayang udah makan belum?". "Sayang lagi apa?" atau "Sayang gak kenapa-kenapa kan?" itu adalah salah satu contoh perhatian yang diberikan seseorang kepada pacarnya. Dan itulah salah satu faktor pendorong "terjadinya" pacaran.

Tapi pacaran juga ada efek negatifnya, apalagi kalau berlebihan dalam kelakuannya. Seringkali terjadi kasus-kasus negatif dalam berpacaran. Contohnya MbA (Married by Accident). Istilah itu begitu populer di kalangan para "maniak" pacaran. Dengan alasan rasa cinta, mereka rela melakukan apa yang seharusnya belum boleh mereka lakukan.

Dan sekolah mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kepada mereka tentang hal-hal yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Dan cobalah untuk menjadi "tempat" curhat bagi mereka. BP di sekolah bukanlah seperti polisi yang selalu memberi hukuman. Tapi BP juga berfungsi untuk membantu masalah siswanya. Dan yang paling penting adalah kesadaran dari dalam siswa itu sendiri. Jika siswa tidak bisa diajak bekerja sama, maka semua usaha untuk merubah siswa tersebut hanya sia-sia saja.

Wednesday, March 3, 2010

Sekolah Oh Sekolah


Sekolah.. Tempat berkumpulnya generasi muda untuk menambah ilmu. tempat para calon penopang negara mencari pengetehauan. Dan sekolah juga tempat yang berisi perbedaan sosial dan tingkah laku sosial.

Tak bisa dipungkiri zaman sekarang ini banyak anak (terutama remaja) yang mulai menunjukkan sikap anarki dan tidak mau diatur di sekolah. Banyak kenakalan yang dilakukan para remaja dari hal yang paling kecil seperti membolos sampai hal yang sangat mengkhawatirkan sepeti mencuri dan masih banyak yang lainnya (tidak enak mau disebutin. Hehehe..)

Di sinilah peran sekolah untuk membentuk para siswanya menjadi karakter yang baik, menjadi siswa yang bermoral baik, dan menjadi siswa yang patuh pada peraturan.

Sekarang ini, ilmu bukan lagi menjadi sesuatu yang "nomor 1" di kehidupan sehari-hari. Tapi moral, etika, dan tingkah laku juga menjadi sesuatu yang amat penting, Siswa yang berperilaku baik, sopan, dan mudah membawa diri pasti akan disenangi banyak orang dimanapun dia berada. Oleh karena itu demi membentuk siswa yang baik, maka sekolah harus bisa membimbing para siswanya untuk menjadi karakter yang bisa diharapkan.

Recent Posts

About Me

My photo
Kenapa aku hidup? Hanya untuk numpang lewat..

Followers

JavaScript Free Code

Recent Comments