Monday, May 28, 2012

(28 Mei 2012) Moccachino Float #31harimenulis

Entah kenapa, satu gelas moccachino float tadi berhasil mematikan otakku seperti komputer yang sedang reboot. Lalu teringat janji beberapa bulan yang lalu. Janji yang seharusnya indah jika ditepati, tapi keegoisan bermodus kebahagiaan dari dirinya telah berhasil menghancurkan janji itu sampai ke partikelnya. Sekarang, apa yang aku punya? Setidaknya aku beruntung jika kesepian masih setia memelukku dari belakang, bahkan pelukannya lebih akrab dari kawan-kawanku sendiri.

Kembali ke janji. Dia. Suatu hari pernah berjanji akan menyuguhkan minuman kesukaanku, moccachino float, untukku. Aku yang memang tergila-tergila dengan minuman yang tidak jelas bagi pandangan orang umum hanya bisa memberinya anggupan dengan muka childish.

Tapi sekarang tidak perlu lagi mengingat hal yang klise seperti itu. Aku yang notabenenya bermusuhan dengan para masa laluku, sekarang hanya ingin berdamai. Ingin kurangkul lagi mereka dan berharap aku akan menjadi salah satu dari mereka, yang tersenyum, yang tertawa, yang bisa memberi lelucon garing.

Dan tegukan lain dari moccachino float telah berhasil membuatku kembali ke duniaku sekarang. Dan akupun hanya tersenyum, lalu melanjutkan menghabiskan moccachino float yang tersisa.

Sunday, May 27, 2012

(27 Mei 2012) Inner Beauty #31harimenulis

Cantik itu apa? Pintar dandan? Pandai bergaya? Suka tebar pesona? Kelihatan agak sedikit “gatal”? Dan berbadan seksi? Jika itu yang ada di pikiran kalian saat mendengar kata “cantik”, kecoak yakin tempat nongkrong kalian ada di sekitar Sarkem, atau yang lebih elit mungkin di Doli-Doli. Karena apa? Karena “cantik” yang ada di pikiran kalian bisa disamaratakan dengan pelacur. Cantik tapi tak berharga.

Oke, lupakan dulu soal pelacur. Kembali ke cantik. Cantik itu adalah ketika kau merelakan kukumu rusak hanya untuk menolong mengambil layangan di atas pohon. Cantik itu adalah ketika kau tidak takut kosmetikmu luntur hanya untuk menolong nenek menyeberang di cuaca yang panas. Sudah mulai menangkap apa yang kecoak mau?

Ya, inner beauty, alias kecantikan dari dalam. Zaman sekarang cantik secara fisik itu seperti mencari jerami ditumpukan jerami. Banyak sekali. Saat kita jalan-jalan di mall, tengok kiri kita lihat cewek cantik, tengok kanan kita lihat cewek cantik, tengok belakang kita lihat cewek cantik, tengok ke depan kita nabrak orang (abis jalannya meleng, sih). Tampaknya sinetron terbilang sukses untuk membentuk pikiran orang Indonesia, bahwasanya cantik itu cukup dilihat dari fisiknya saja.

Kebalikan dengan inner beauty. Mencari cewek yang hatinya seputih berlian dan semulus batu pualam seperti mencari jarum di tumpukan jerami, tetapi kemudian jarumnya dipindah ke dalam tanah. Susah banget. Karena untuk menilai hati kita tidak bisa dengan sekali melihat langsung bisa menentukan, tetapi dengan pendekatan dan pengenalan lebih lanjut (serta sedikit keberuntungan).

Jadi, kalian pilih yang mana? Pilih yang cantik fisik? Atau yang cantik sifatnya? Kalau kecoak sih milih dua-duanya. Hahahaha..


(Tambahan: Bagi yang berpacaran malam ini diharap memiliki rasa toleransi agar para jomblo-jomblo abadi tetap setia dengan statusnya. Terima kasih.)

Saturday, May 26, 2012

(26 Mei 2012) I Hate Convoys #31harimenulis

Untuk para peserta konvoi, setidaknya hargailah orang yang butuh ketenangan. Dengan enteng sambil tertawa lepas menggembor-nggembor sepeda motor sesuka kalian. Kalau kalian ingin ramai, pergilah ke hutan. Kalian akan teriak semau kalian sambil dimangsa singa. It will fun, they said. Really. Atau kalau kurang sekalian ke neraka. Kalian akan mendengarkan “keramaian” sembari disiksa Malaikat Malik serta antek-anteknya.

Kecoak tahu kalian hanya ingin mengekspresikan kegembiraan. Tapi salah besar cara kalian. Berkonvoi membuat macet jalan serta memakai baju penuh coretan? Anak autis pun bisa lebih beradab dari yang kalian kakukan. Kecoak jadi sangsi kalian lulus dengan cara baik atau dengan cara kotor.

Ingat, lulus cuma satu langkah super kecil dalam hidup kalian. Kalau dari awal kalian sekali ada kesenangan langsung ekspresif seperti ini berarti mental kalian selemah kerupuk yang dijemur. Bahasa Jawanya mlempem. Coba kalau kalian sedih? Bisa-bisa kalian mengurung diri di kamar selama tiga puluh hari tanpa makan minum dan setelah pintu kamarnya dibuka kalian sudah gantung diri.

Jadi jangan ulangi lagi kejadian seperti itu, kalau kalian masih punya kepedulian sekitar dan masih punya harga diri yang bisa dijaga.


Tertanda: Orang yang sakit kepala gara-gara bunyi yang bising dari konvoi kelulusan SMA.

Friday, May 25, 2012

(25 Mei 2012) Kegagalan dan Diri Kita #31harimenulis

Kegagalan datang dari sendiri, bukan dari orang lain. Meskipun kita melakukan saran-saran dari orang lain yang (sialnya) menjerumuskan kita kedalam kegagalan, tetap saja yang melakukan itu semua adalah kita. Jadi jangan salahkan orang lain dan jangan pula menyalahkan diri sendiri. Jadikan itu bahan intropeksi agar tidak terjadi kedua kalinya. Keledai saja tidak pernah terjatuh di lubang yang sama, masak manusia iya?

Kegagalan datang dari sendiri, karena pikiran kita yang dar awal sudah tercetak bahwa kita pasti gagal. Meskipun motivator sekelas Mario Teguh sampai psikologi umum memberikan wejangan-wejangan tapi kalau otak kita menolak untuk menerimanya sama saja sia-sia. Buktikan bahwa kita yang mengendalikan pikiran kita, kemudian bentuk pemikiran bahwa kita adalah pribadi yang sukses. Jika itu terjadi, ucapkan selamat tinggal kepada kegagalan.

Jadi pertanyaannya sekarang adalah, seberapa dekat kita dengan kegagalan?

Thursday, May 24, 2012

(24 Mei 2012) Tidak Apa-Apa Menjadi Apa-apa #31harimenulis

Kecoak tidak ingin menjadi apa-apa, agar bisa menjadi apa-apa bagi orang lain. Seperti layaknya Tuhan. Kita mempunyai pemikiran bahwa Tuhan adalah Dzat yang memang almighty. Tuhan bisa menjadi apa-apa bagi orang lain. Tuhan bisa menjadi penerang, pedoman, pemberi inspirasi bagi orang lain. Tapi memang kita tahu? Kita mempunyai pemikiran bahwa Tuhan itu almighty karena kita tahu atau karena kita tidak tahu siapa itu Tuhan? Bukannya kecoak ingin membiaskan Tuhan. Kecoak hanya mengambil Tuhan sebagai contoh. Kecoak hanya ingin memberikan sesuatu yang positif bagi orang lain.

Kecoak tidak ingin menjadi apa-apa, agar bisa tahu untuk apa kecoak itu ada. Seperti Sidharta Gautama yang melepaskan diri dari istana, dari statusnya sebagai pangeran, dari hidupnya yang serba ada, hanya untuk tahu apa itu hidup dan untuk apa dia hidup. Dan akhirnya dia mendapatkan pencerahan. Seperti itu maunya kecoak. Agar mendapatkan pencerahan.

Dan terakhir, kecoak tidak ingin menjadi apa-apa, agar kecoak bisa tahu apa yang kecoak butuhkan. Karena yang tahu tentang diri sendiri adalah kecoak sendiri. Orang lain bisa memberi cap bagaimana sesosok kecoak itu. tapi tetap yang merasakan kecoak sendiri. Karena itu, kecoak tidak ingin menjadi apa-apa yang diharapkan orang lain, agar kecoak ingin tahu apa yang dibutuhkan dan diharapkan oleh kecoak sendiri.

Wednesday, May 23, 2012

(23 Mei 2012) Kepo Itu Tidak Perlu Tapi Perlu #31harimenulis

Kamu kenapa kok kepo banget?”

Jangan munafik jika kalian belum pernah diserang dengan kata itu, atau mungkin hampir mirip. Jika belum pernah mungkin kalian adalah makhluk paling acuh sedunia. Karena orang (terutama orang Indonesia) sukanya ikut campur masalah orang. Entah karena saking pedulinya atau karena tidak punya kegiatan lain membuat kegiatan kepo ini seperti jamur di musim hujan. Rame banget.

Dari tadi kecoak belum menjelaskan arti kepo ya? Baiklah, kepo atau kelakuan polisi (seperti biasa menurut kecoak) adalah kegiatan orang yang ingin mencari tahu masalah orang lain. Nah, kadang orang memang aneh. Jika sedang ada masalah dan tidak ada yang peduli, dia pasti akan berpikir tidak ada yang peduli dengannya. Tapi ketika ada yang berusaha mencari tahu tentang masalah dia, pasti akan dianggap terlalu ikut campur atau kepo. Nah yang jadi pertanyaan adalah apa kepo itu penting? Mengingat tempatnya yang tidak bisa dianggap benar tapi tidak bisa juga dianggap salah.

Kalau menurut pandangan umum, kepo itu penting asalkan bisa menempatkannya di tempat yang tepat. Dari yang ditulis diatas tadi bisa disimpulkan kalau kepo bisa membantu orang tapi juga bisa membuat gerah orang. Jadi alangkah baiknya kalau kita bisa menempatkan kepo sesuai tempatnya. Misalnya kita bisa mencari tahu masalah orang itu saat dia sudah tenang dan bisa mengendalikan emosinya, jadi kalau kita mencari tahu masalahnya walaupun dengan sedikit memaksa, orang itu tidak akan langsung marah, bahkan bisa juga langsung membeberkan masalah yang dihadapinya.

Tapi kalau menurut kecoak, kepo itu tetap perlu dimanapun dan bagaimanapun situasinya. Karena walaupun kepo memang agak, oke mungkin memang menyebalkan. Tapi dengan kepo setidaknya kita bisa membantu untuk menyelesaikan masalah orang lain, terlepas dari orang itu mau menceritakan masalahnya atau tidak. Setidaknya kita sudah berusaha membantu orang lain.

Kenapa kecoak bisa tahu semua ini? karena kecoak memang orangnya kepo.

Tuesday, May 22, 2012

(22 Mei 2012) Kopi Pahit #31harimenulis

Ya, agenda hari ini, khususnya malam ini, adalah bermimpi bagaimana rasanya meminum kopi pahit di tengah kerumunan yang begitu mempedulikan kecoak ini. Kecoak ingin sekali meminum kopi pahit karena kecoak tidak bisa hidup sehari tanpa kesusahan. Biar kecoak tahu bahwa kecoak adalah benar-benar “mortal”. Biar kecoak tahu bahwa hidup kecoak tidak selamanya akan berakhir dengan bahagia. Setidaknya mulai sekarang kecoak ingin merasa sakit, lalu membuat antibiotiknya, dan akhirnya akan merasa terbiasa dengan rasa sakit. Ini mungkin terdengar gila ataupun klise, tapi bagaimana kita bisa hidup dalam kebahagiaan tapi kita tidak tahu bagaimana rasanya sakit?

Ya, kopi pahit adalah substitusi sekaligus resolusi bagi kecoak tentang bagaimana rasa sakit. Entah kenapa, kopi pahit bisa membalikkan kecoak saat kecoak saat merasa sakit, saat kecoak sedang jatuh, dan sesuatu seperti itu. Lama kecoak pikir, semua masalah pasti sisi positifnya. Sama seperti garis perak di awan mendung sekalipun, satu seruputan kopi pahit bisa memberikan kecoak suatu masalah sekaligus penyelesainnya.

Ya, dan sekarang kecoak sedang merasa jatuh. Dan kecoak butuh kopi pahitnya sekarang. Tolong...

Recent Posts

About Me

My photo
Kenapa aku hidup? Hanya untuk numpang lewat..

Followers

JavaScript Free Code

Recent Comments