Wednesday, May 16, 2012

(16 Mei 2012) Arti Nama Kecoak #31harimenulis

Sudah banyak tulisan yang aku buat, mulai dari yang garing banget sampai ngalahin garingnya ayam tepung, hingga cerita yang tidak jelas seperti dulu mana ayam dengan telur. Tapi aku belum pernah menjelaskan kenapa pakai nama kecoak ya? Hahahaha... Kalaupun kalian tanya itu beberapa waktu lalu mungkin aku cuma bisa jawab, “entahlah.” Karena dulu memang aku hanya asal ambil comot saja itu nama. Waktu itu ada kecoak lewat langsung aja aku ambil untuk nama. Sesimpel itu memang. Hahahaha....

Tapi setelah dipikir-pikir (lima menit sekarang), ternyata tidak ada jeleknya juga aku ambil nama kecoak. Bayangkan saja, kecoak walaupun kepalanya sudah pisah dari badannya, tetap dia menjalani hidupnya layaknya punya kepala (tapi tetap tidak makan) selama 7 hari. Itu memberikanku penggambaran meskipun hidup kita sudah di masa kritis, tetap jalani saja. Karena memang tidak ada yang bisa kita lakukan selain itu. Tidak perlu mengeluh kenapa hidup terasa berat, karena keringanan tidak semudah gerutuan yang keluar dari mulut kita. Kadang lebih enak untuk melupakan masalah yang ada daripada meratapi masalah yang tidak pernah kelar. Sekali lagi seperti kecoak, meskipun kepalanya putus, dia tidak pernah menggerutu dengan takdirnya. Meskipun pada akhirnya mati, tetap dia tidak akan menyesal, karena itu takdirnya.

Jadi walaupun hanya sebagai formalitas, tapi tidak perlu kalian kenal siapa aku. Tidak penting siapa aku, yang terpenting adalah bagaimana aku bisa berpengaruh untuk kalian. Apa aku bisa memberi kalian sisi positif? Atau malah sisi buruk? Itu hanya kalian sendiri yang bisa menentukan. Tapi satu yang pasti, kalian bisa panggil aku kecoak disini. Salam kenal....

No comments:

Post a Comment

Recent Posts

About Me

My photo
Kenapa aku hidup? Hanya untuk numpang lewat..

Followers

JavaScript Free Code

Recent Comments